Sabtu, 21 April 2012

Emansipasi Perempuan dan Paham Feminisme





Nama RA Kartini, pahlawan perempuan asal Jepara, 
sudah semakin terdengar menjelang 21 April.  Kartini yang memperjuangkan nasib perempuan biasanya identik dengan kebaya dan kain panjang. Tapi di zaman modern ini, penampilan itu seolah tak perlu lagi. Banyak perempuan yang berbicara lewat sosok-sosok pahlawan perempuan era masa kini. Isu peran dan kesetaraan peran menjadi perbincangan menarik berbagai kalangan..Pada tanggal 8 Maret, seluruh masyarakat dunia, perempuan khususnya, memperingati Hari Perempuan Internasional. Lahirnya gerakan feminisme merupakan awal kebangkitan perempuan untuk menggeser status sebagai makhluk kedua setelah laki-laki di dunia ini.
Tujuan dari emansipasi bagi perempuan tidak jauh dari peran paham feminisme yang sebelumnya muncul dari dunia barat. Amerika adalah negara tempat lahirnya Gerakan Pembebasan Wanita atau Women’s Liberation. Feminisme sebagai paham yang berpihak pada wanita, gerakan yang mempedulikan, memperjuangan para kaum perempuan untuk mendapatkan kesetaraan dan persamaan derajat dengan para laki-laki. Pemberdayaan  perempuan dalam perannya di berbagai lini kehidupan tidak hanya dibebankan pada kaum laki-laki. Pemberdayaan sepatutnya turut memerhatikan kepentingan sesama kaum perempuan.

     Feminisme, dewasa ini, mengalami perkembangan yang sangat cepat. Hal ini bisa kita lihat dari bagaimana perempuan diperlakukan saat ini.. Realita lain yang menggeser status perempuan kearah sederajat dengan para lelaki adalah, banyaknya perempuan yang saat ini bekerja dan berusaha untuk mandiri atau sering kita sebut sebagai wanita karir. Bahkan tidak jarang kebanyakan dari perempuan ini merupakan bos dan direktur di perusahaan tertentu. Di bidang sosial politik, perempuan juga memunculkan tokoh-tokoh penting yang dijadikan simbol kejayaan feminisme di dunia seperti Margareth Thatcher, Benazir Bhuto, Gloria Maccapagal Aroyo, Hillary Clinton dan masih banyak lagi yang lain.

Dan bicara emansipasi perempuan, Emansipasi perempuan ialah proses pelesapan diri para perempuan dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah atau dari pengekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan untuk maju
Emansipasi perempuan adalah perjuangan wanita menuntut hak-nya agar bisa sederajat dengan laki-laki seperti hak untuk bekerja seperti laki-laki, hak berpendapat seperti laki-laki, hak menjabat posisi seperti laki-laki bahkan sampai dengan posisi presiden.
Gerakan emansipasi perempuan yang dipelopori R.A.Kartini telah berjasa besar dalam menghantarkan kaum perempuan Indonesia menuju mimbar kehormatan dan gerbang kebebasan,  harus dipahami kebebasan bukan berarti kebablasan. Realita melintas ditengah-tengah kehidupan modern, bahwa perempuan  tidak lagi dipandang sebelah mata, lebih dihargai dan dihormati. Dewasa ini,  telah banyak kaum perempuan yang meniti karier,  pendidikan bahkan jabatannya bisa melebihi kaum laki-laki, dan ini memang sudah menjadi tuntutan zaman.

Perlu diingat bahwa konsep emansipasi gagasan Kartini sangat bertolak belakang dengan konsep emansipasi kaum feminis. Penanaman prinsip bahwa wanita tidak akan pernah sama dengan pria. Kesadaran wanita akan kodrat, akan mampu mengurangi resiko sebuah persaingan tanpa batas antara laki-laki dan perempuan dalam memenuhi peran dan menjalankan pelbagai aktivitas. Sudah kodratnya kaum perempuan tidak bisa disamakan dengan kaum laki-laki. Sudah sewajarnya bahwa perempuan Indonesia memahami emansipasi bagi perempuan tanpa terpengaruh dengan paham feminisme yang berkembang di negara Barat.  (Cahyani Dian)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar